Install Debian 8 Lengkap

Debian merupakan sistem operasi untuk menjalankan komputer sama halnya dengan Windows. Salah satu jenis Linux ini terus dikembangkan dan diupdate oleh berbagai pihak dan tentunya free. Kenapa free? Karena ini sebagai upaya mengurangi ketergantungan dari masyarakat akan sistem operasi Windows yang berbayar dan fiturnya pun berat ditambah rentan terhadap virus.


Oleh sebab itu saya beralih yang dulunya pakai Windows beralih ke Linux Ubuntu, dan saya memakai Ubuntu ini sudah hampir 4 tahun dari saya SMK kelas 2 sampe sekarang, setia 1 user, hehe :)

Baca Juga: Apa itu Debian?

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial cara Intalasi Debian 8 di VirtualBox. Oh iya ini artikel nanti ada sambungannya ya gaes, dimulai dari tahap instalasi, setting DNS, Web Server, SquirrelMail, install Debian 9, dan sebagainya. Okelah tanpa panjang lebar, silahkan Anda simak dan praktekkan ya gaes, biar paham.

Bahan dan Alat

Jika Anda belum punya VirtualBox dan Iso Debian 8, tenang saya sediakan link downloadnya gaes.

Halaman Unduhan: VirtualBox | Iso Debian
  • PC atau laptop
  • Aplikasi VirtualBox
  • Iso Debian 8

Proses Instalasi

Oke langsung masuk prosesnya ya gaes, dan jangan lupa sekalian dipraktekkan, biar tidak lupa.

  1. Buka aplikasi VirtualBoxnya, jika sudah klik NEW
  2. Awalan New
  3. Lalu beri nama virtual yang akan dibuat dengan Type Linux dan Versionnya 64 bit. Jika Anda memakai Debian 32 bit ya silahkan pilih 32 bit. Jika sudah diisi semua tinggal klik Next.
  4. Setting Nama
  5. Tentukan Memory virtual, disini saya mengisi sekitar 1024 MB alias 1 GB.
  6. Setting Memory Virtual
  7. Untuk tahap ini Anda nantinya akan memilih mau membuat Virtual Harddisk (VHD) atau jika Anda sudah punya VHD Anda bisa pilih pada bagian bawah Use an existing virtual harddisk file lalu cari dimana itu file VHD berada. Jadi disini saya memilih paling tengah yaitu Create.
  8. Setting Virtual Harddisk
  9. Lanjutannya dari yang atas, Anda bisa pilih sendiri mau pakai mana. Sebab disini hasil intalansinya bisa dipakai lagi. Dan disini saya memakai VHD (Virtual Hard Disk).
  10. Setting Virtual Harddisk Disk
  11. Sambungannya lagi nih, Disini Anda pilih Dynamically Allocated.
  12. Dynamically Allocated
  13. Disini Anda bisa setting mau memberikan berapa kapasitas harddisk yang akan digunakan virtual, saya memberikan 8GB. Jika sudah klik Create.
  14. Setting Kapasitas Harddisk
  15. Setelah selesai kita lanjut ke tahap Menu Settings. Letakknya berada disebelah New.
  16. Menu Settings
  17. Jika sudah, masuk ke menu Storage. Perhatikan dibagian pojok samping IDE Secondary ada gambar CD Anda klik disitu kemudian cari dimana file iso Debian berada. Jika sudah maka hasilnya seperti berikut ini.
  18. ISO Debian
  19. Lanjut masuk ke menu Network, settingan disini bisa sesuka kalian dan kebutuhan kalian. Karena ini hanya untuk sebagai media pembelajaran saya memakai 1 Adapter yaitu Host-Only Adapter. Sedikit penjelasan singkat, ada dibawah gambar ini.
  20. Network Pilih
  • NAT menghubungkan sistem operasi virtual dengan sistem operasi asli. Jika OS asli kita sedang terhubung ke internet maka di OS virtual juga otomatis akan konek internet.
  • NAT Network tipe ini dapat menghubungkan kedua sistem operasi asli maupun virtual untuk saling komunikasi dan akses keluar, namun tidak secara langsung koneksi luar untuk bisa mengakses sistem pada OS virtual.
  • Bridged Adapter ini berfungsi untuk menyambungkan antara server Debian ke PC atau Laptop Client.
  • Internal Network tipe ini bisa menghubungkan OS virtual satu dengan OS virtual lainnya dengan saling terhubung dalam Internal Network ini.
  • Host Only ini untuk membuat jaringan virtual sendiri.
  1. Setelah selesai setting menyeting. Kita langsung saja klik Start.
  2. Start Gan
  3. Setelah mengklik tombol Start maka akan menampilkan seperti gambar berikut. Disini saya lebih biasa memakai Graphical Install, jika kalian mau pakai mode Install tidak masalah. Jika sudah klik Enter.
  4. Install Lanjut Gan
  5. Pilih Bahasa English, lalu tekan Enter. Karena jika kita memilih bahasa Indonesia nantinya akan sedikit aneh saat kita sudah dalam tahap meng-install Debian.
  6. Pilih Bahasa
  7. Untuk pilihan Country bisa pilih Other. Jika sudah bisa klik Continue atau Enter.
  8. Pilih Country
  9. Lanjut ini proses yang sama dari langkah diatas. Untuk tahap Region silahkan pilih Asia. Jika sudah bisa klik Continue atau Enter.
  10. Pilih Region
  11. Lanjutannya silahkan bisa pilih Indonesia. Jika sudah bisa klik Continue atau Enter.
  12. Pilih Country Indonesia
  13. Di menu Configure Default Locales silahkan pilih United Stated - en_US.UTF-8, jika sudah klik Enter.
  14. Default Locale Settings
  15. Pilih Configure The Keyboard pilihlah American English.
  16. Pilih Keyboard
  17. Tunggu hingga proses selesai. Jika ada pemberitahuan Pengaturan Otomatis Jaringan telah gagal, Anda hiraukan saja, pilih Lanjutkan.
  18. Disini saya memilih mengatur jaringan secara Manually. Anda bisa mengikuti cara saya atau Anda bisa memilih Do not configure.
  19. Setting Jaringan
  20. Karena disini saya memilih Manually, maka saya akan mengisikan IP Address kelas C yaitu 192.168.1.1. Jika Anda memilih cara Do not configure maka Anda bisa skip tutorial ini sampai setting Hostname.
  21. Isi IP Address
  22. Jika sudah mengisi IP Address, lanjut ketahap pengisian Netmask. Disini saya akan mengisikan default yaitu 255.255.255.0.
  23. Isi Netmask
  24. Lanjut gaes, disini saya akan mengisikan Name Server Address default saja, yaitu 192.168.1.1.
  25. Setting Name Server Address
  26. Tunggu hingga proses selesai.
  27. Lanjut, isikan nama Hostname yang akan digunakan, isi saja terserah kalian, bisa nama diri kamu sendiri, nama cememew, nama komputer, nama emak, intinya terserah kita. Disini saya isi Debian saja.
  28. Setting Hostname
  29. Selanjutnya akan diminta mengisi Domain Name. Terserah kalian yang penting berakhiran .com, .net, .edu, .org. Disini saya memakai anak domain dari blog saya yaitu Webbatik.net.
  30. Domain Name
  31. Jika sudah buat Password Root, akan ada 2 password saat instalasi awalan Debian ini, yaitu password Root dan satu lagi password User. Disini saya buat password simpel saja dan mudah diingat nantinya.
  32. Isi Password
  33. Masukkan nama User pengguna, sekali lagi terserah mau diisi apa. Disini saya isi ABPJ.
  34. Isi New User
  35. Lanjut ya, masukkan password untuk User, diisi terserah kalian, yang penting mudah dingat.
  36. Isi Password User
  37. Untuk Time Zone ini, karena saya dari tetangganya Kota Tegal, alias Kota Batik tercinta. Jadi saya pilih Western.
  38. Time Zone
  39. Tunggu hingga proses selesai. Sedikit ilmu tambahan mengenai pembagian partisi ini buat kalian nih, penjelasannya ada dibawah.
  • Guided - Use Entire Disk : Seluruh Harddisk dipartisi untuk Debian
  • Guided - Use Entire Disk and set up LVM : Seluruh Harddisk akan dipartisi setup LVM
  • Guided - Use Entire Disk and set up Encrypted LVM : Seluruh Harddisk akan dipartisi dengan penambahan enkripsi LVM
  • Manual : Partisi akan dilakukan secara Manual sesuai kebutuhan kita
  1. Karena disini saya menggunakan Harddisk secara praktis saya akan memilih Guided - Use Entire Disk, lalu klik Continue atau Next. Jika kalian mau menyetting secara Manual, monggo dipersilahkan.
  2. Pilih Partisi
  3. Selanjutnya akan tampil tentang configurasi partisi yang akan dilakukan. Perhatikan dan simak langkahnya dengan teliti. Disini saya memilih SCSI1 (0,0,0) (sda) - 8.6 GB ATA VBOX HARDDISK, walaupun nantinya mungkin PC atau laptop Anda bisa saja berbeda.
  4. Konfigurasi Harddisk
  5. Disini saya memilih All files in partition (recommended for new users).
  6. All files in partition
  7. Setelah kita yakin dalam pemilihan pembagian Harddisk ini, silahkan pilih Finish partitioning and write changes to disk. Silahkan dicek apakah sudah benar settingan pembagian Harddisknya, jika belum bisa kalian setting ulang lagi.
  8. Finish Partisi
  9. Nah jika kalian sudah yakin dengan settingan pembagian Harddisk ini, silahkan bisa pilih YES.
  10. Finish Partisi Yes
  11. Dalam tahap ini sistem akan meminta Anda untuk menscan DVD Debian lainnya, jika kalian ada file ISO DVD 2 dan seterusnya, silahkan di-mount dari Virtualbox dahulu. Tujuannya agar bisa tertulis alamat repositori dari DVD2 tadi pada file list di sistem Debian, sehingga ketika kita hendak menginstalasi paket-paket tambahan nantinya, kita tinggal me-mount-kan DVD ini yang diminta oleh sistem. Tapi dalam tutorial ini, saya tidak perlu men-scan segala, karena menurut saya lebih senang menginstalasi paket-paket Debian itu sendiri. Disini saya memilih NO.
  12. Scan CD or DVD
  13. Sama seperti diatas tadi, tapi ini berbeda. Proses instalasi ini akan meminta kita apakah akan menginstall paket tambahan melalui jaringan Internet atau (Network Mirror). Untuk tahap ini saya tidak butuh, kan disini saya tadi menggunakan Host-only yang tidak terhubung ke dalam internet. Disini saya memilih NO.
  14. Use Network Mirror
  15. Lagi dan lagi, proses ini sama seperti 2 langkah diatas. Dalam tahap ini akan dimintai kesediaan kita untuk berpartisipasi dalam survey paket Debian. Maka disini saya memilih NO. Eeitts, jika kalian mau ikut berpartisipasi survey Debian monggo dipersilahkan.
  16. Partisipasi Paket Survey
  17. Nah lanjut, pada tahap ini kita akan dihadapkan dengan aplikasi-aplikasi apa saja yang dapat kita install dalam proses instalasi, saya memilih Standard system utilities. Diberikan centang atau tanda * pada paket, jika tidak butuh bisa dihilangkan menggunakan SPASI. Perhatian: Jika kalian mau menginstall Debian Graphic (GUI), bisa kalian centang di bagian Debian Desktop Enviroment.
  18. Software Selection
  19. Tunggu hingga proses instalasi selesai.
  20. Lanjut, capek oyy :(
    Proses instalasi akan meminta untuk menginstall GRUB Boot looder pada Master Boot Record. Apa itu Boot Looader? Boot Loader adalah suatu program yang sudah tertanam pada suatu sistem operasi untuk mem-boot atau memanggil sistem operasi yang ada pada harddisk dan media boot lainnya, Boot loader pada Linux ini adalah GRUB dan LILO. Disini saya memilih YES.
  21. Install GRUB Boot Loader
  22. Pilih ada dimana Harddisk yang akan kita taruh GRUB loader ini. Saya akan memilih /dev/sda (ata-VBOX_HARDDISK_VB5999a7c2-23ce7638)
  23. Device for boot loader
  24. Maka akan diinformasikan bahwa proses instalasi Debian sudah selesai. Pilih Continue. Tunggu sampai Debian melakukan tugasnya yaitu Reboot, bukan Ribut ya, heheh :)
  25. Finish Install Gan
  26. Taraaa tiriii turuuu, Debian 8 telah selesai diinstall, silahkan kalian login menggunakan User Root atau User yang tadi dibuat, masih ingat kan?
  27. Debian Login
  28. Dan hasil ketika berhasil login tampilannya seperti berikut. Selamat berpraktik gaes.
  29. Done Debian

Nah bagaimana gaes, masih gampang kan caranya. Oh iya lupa itu masih Season 1 ya, sampai jumpa Season berikutnya. Seperti yang saya sebutkan diatas, di Season berikutnya saya akan membahas cara setting DNS, Web Server, SquirrelMail, Dan lain-lain. Dan yang terbaru Insya Allah akan membahas Cara install Debian 9. Intinya ditunggu saja ya gaes.

Baca Juga: Apa itu Virtualbox?

Oh iya, buat para pencuri artikel, sekali lagi saya mohon pengertiannya untuk memberikan Sumber dari kami Celcios.com. Saya membuat ini susah payah mulai dari praktik langsung hingga mengetikkan jadi artikel ini saja butuh 4 hari demi para pembaca bisa paham step by stepnya. Jadi tolong bantuannya untuk para pencuri artikel diluar sana, harap dipahami.

LihatTutupKomentar