Perentas Akun Twitter Ditangkap

Beberapa waktu yang lalu dunia di hebohkan dengan adanya insiden perentasan sejumlah akun terkenal seperti Bill Gates, Barack Obama, Elon Musk membuat banyak orang khawatir. Apalagi disebutkan bahwa insiden tersebut terjadi karena karyawan Twitter telah ditipu oleh para pelaku perentasan tersebut.

Tak lama setelah kasus tersebut, pihak FBI dibantu dengan IRS, US Secret Service, dan kepolisian Florida telah berhasil menangkap 3 orang remaja yang bernama Graham Clark, Nima Fazeli, dan Mason Sheppard sebagai pelaku peretasan.

Twitter Hack

Disebutkan bahwa Graham Clark (17 tahun) merupakan dalang dari perentasan akun tersebut. Dibantu oleh kedua orang temannya, yaitu Nima Fazeli (22) dan Mason Sheppard (19), para perentas akun publik figur ternyata masih muda.

Clark berhasil menipu pegawai Twitter dan mengatakan bahawa dirinya dari Departemen IT Perusahaan. Dari pengakuannya tersebut, Clark berhasil mendapatkan kredensial guna menerobos masuk ke portal layanan pelanggan.

Pihak FBI sendiri berhasil menangkap ketiga remaja setelah mereka mengetahui identitasnya, karena Fazeli dan Sheppard menggunakan SIM pribadinya untuk memverifikasi identitasnya di layanan Cryptocurrency Exchange Binance dan Coinbase untuk mengumpulkan uang hasil tipuannya.

Baca Juga: Twitter Kena Hack, Akun Tokoh Dunia pun Jadi Korban

Kini mereka telah ditangkap dan sedang menjalani persidangan. Disebutkan bahwa Fazeli terancam hukuman penjara selama lima tahun dan denda sebesar US$250 ribu, sedangkan Sheppard didakwa melakukan pencucian uang, terancam hukuman penjara selama dua puluh tahun dan denda US$250 ribu.

Sementara untuk Clark sendiri, dirinya telah didakwa dengan lebih dari 30 tuduhan kejahatan yang telah dibuatnya, dan hukumannya pun lebih lama. Pihak hukum di Florida juga bakal memproses Clark layaknya orang dewasa meski umurnya masih 17 tahun.

30 tuduhan tersebut diantarannya adalah 17 tuduhan penipuan terorganisir, satu tuduhan perentasan, dan 10 tuduhan pencurian identitas. Dengan melakukan kejahatan tersebut, para pelaku dapat mengumpulkan lebih dari $100.000 dalam waktu kurang dari satu hari dari skema perentasan yang terjadi.

LihatTutupKomentar