Tutorial Menembak WiFi dan Menyebarkannya Kembali

Pengguna wireless internet semakin hari semakin meningkat, dengan meningkatnya penggunaan internat menggunakan perangkat ponsel maupun laptop sebagai media komunikasi dan mencari sumber informasi.


Didukung dengan adanya paket data internet yang harga cukup terjangkau dan juga tergantung daerah kalian masing-masing, apakah sinyal operator itu kuat atau justru lemah gak ada sinyal. Ada juga banyak jasa ISP yang mulai banting harga untuk terus eksis agar bisnisnya tetap jalan sebagai internet costumer.


Dengan susahnya sinyal operator dan murahnya harga akses internet tersebut, banyak keluarga untuk memutuskan memasang sendiri jaringan WiFi menggunakan jasa ISP Fiber di daerah masing-masing.


Hal itu dilakukan jika dirumah kalian itu susah sinyal, dan juga untuk menghemat pemakaian kuota data seluler keluarga kalian, maka pengeluaran untuk membeli data sangat banyak. Maka kalian bisa beralih ke jasa ISP, untuk menghemat pemakaian, dan juga seluruh anggota keluarga bisa mengaksesnya juga.


Bayangkan saja nih, jika dirumah kalian susah sinyal, ditambah lagi dengan adanya korona begini pasti bosan dan butuh hiburan untuk melakukan Streaming dan Download. Jika kalian yang tidak mengalami susah sinyal jangan bangga dulu, coba kalian bayangkan habis berapa kuota data yang kalian gunakkan setiap hari?


Apabila satu keluarga hanya mengandalkan kuota data pribadi masing-masing untuk melakukan aktifitas sehari-hari, tentu saja ini sudah pemborosan biaya, apalagi biaya hidup semakin mahal yakan :(


Dengan berlangganan akses internet dari jasa ISP yang murah dan tentu saja Unlimited, maka penggunaan biaya internet keluarga kalian akan lebih irit, dan bisa buat kebutuhan sehari-hari juga kan.


Ada beberapa jasa ISP yang ada di Indonesia, mungkin di daerah kalian ada bisa kalian telpon untuk memasangkannya. Berikut adalah daftar jasa ISP di Indonesia Biznet, Indihome, MNC Play Media, dan lain-lain. Untuk lokalan daerah Kota Batik, bisa ke Winnet Connection (Dexa Network).


Jika kalian kaum golongan gratisan, tidak mau keluar modal sama sekali, bobol aja sana WiFi tetangga kalian. Jangan tanya saya tentang, "bang gimana cara bobol WiFi? Pikir sendiri dan usaha sendiri.


Kalau mau tau caranya saya kasih tau, datang ke yang punya WiFi, bertamu yang baik bawakan buwuhan (suguhan) kepada yang punya. Lalu tanyakan baik-baik Password WiFi-nya pasti dikasih kok :)
Nah jika sudah silahkan baca ini untuk memperkuat sinyal WiFi dirumah kalian. Ucapkan terima kasih ke yang punya WiFi, jangan asal pergi aja ya.


Oke masuk ke intinya inti, ahlinya ahli. Kali ini saya akan membahas bagaimana sih caranya menembak WiFi milik tetangga lalu menyebarkan-nya kembali. Cara ini saya menggunakan Mikrotik, selain itu saya gak tau.

cara menembak WiFi lalu menyebarkan-nya kembali

  1. Buka Winbox.
  2. Silahkan buka Winbox lalu login seperti biasanya.

    Login Winbox
  3. Jika sudah tampilannya akan seperti dibawah ini.
  4. Halaman Utama Winbox
  5. Masuk ke Menu Wireless. Maka tampilan menunya seperti berikut.
  6. Menu Wireless
  7. Silahkan kalian klik tombol Centang yang fungsinya untuk men-enable Wlan1.
  8. Tombol Centang
  9. Jika sudah kalian klik tombol centang, kalian klik dua kali pada menu Wlan1, dan nantinya akan muncul menu baru.
  10. Nah jika sudah, kalian masuk ke menu Wireless, dan kemudian kalian cari menu Scan. Fungsi dari scan adalah untuk men-scan SSID yang ada disekitar rumah, kosan kalian, dan nantinya kalian simak aja deh dulu.
  11. Wireless Interface
  12. Jika sudah masuk ke menu scan, lalu kalian klik Start tunggu hingga proses scan selesai. Jika sudah selesai, kalian pilih SSID yang kalian tau passwordnya, disini saya memilih SSID "HOME_CONNECTION" milik saya sendiri. Lalu jika sudah pilih SSID kalian klik Connect.
  13. Scan WiFi
  14. Jika proses scan SSID sudah selesai, maka hasilnya akan seperti berikut ini. Dengan SSID yang awalnya "MikroTik" berubah menjadi "HOME_CONNECTION". Jika sudah selesai klik Apply lalu klik OK.
  15. Hasil Nembak WiFi
  16. Coba perhatikan baik-baik, akan ada perubahan di bagian table Wireless Interfaces. Yang tadinya tanpa huruf "R" dan jika sudah di setting akan ada notif huruf "R" dibagian depan, arti dari "R" disini adalah Running, berarti sudah jalan dengan baik alias terkoneksi. Untuk contoh gambarnya seperti dibawah.
  17. Running
  18. Lanjut gan, masuk ke menu Security Profiles.
  19. Menu Wireless Security
  20. Klik dua kali pada menu default, maka akan muncul halaman baru yaitu Security Profile. Nah saat kalian baru membuat, biasanya untuk Mode akan berada di posisi none dan kalian rubah saja ke dynamic keys. Nah jika sudah pilih dynamic keys, kalian tinggal centang pada menu Authentication Types terserah mau pakai WPA PSK, WPA 2 PSK, WPA EAP, WPA2 EAP. Untuk masukkan passwordnya ada dibagian WPA Pre-Shared Key dan WPA2 Pre-Shared Key. Jika sudah klik Apply dan klik OK.
    Perhatian Untuk pengertiannya akan saya jelaskan dibawah. Dan untuk pengertian WPA tidak usah, pasti kalian sudah tau semua kan.
  21. Menu Security Profile
  • Dynamic keys adalah untuk memberikan password pada WiFi kita nanti.
  • None adalah kosong. Kosong yang dimaksud adalah tanpa password, biasanya ini kita temui pada SSID @wifi.id yang tanpa password, dan memerlukan login page untuk bisa koneksi internet.
  • Untuk 2 Menu pilihan Statistic keys optional dan Statistic keys required saya kurang mengetahuinya, maaf ya.
  1. Lanjut. Kalian cari menu IP, lalu cari menu DHCP Client.
  2. Menu DHCP Client
  3. Jika sudah muncul halaman baru DHCP Client, kalian klik tombol +. Fungsinya yaitu + untuk membuat baru, sedangkan - untuk me-remove halaman.
  4. Tombol Plus
  5. Jika sudah klik tombol plus tadi, maka akan muncul halaman baru lagi yaitu New DHCP Client. Kalian klik pada menu Interface nah disitu kan ada tombol drop-down tuh, kalian pilih Wlan1. Kenapa Wlan1, karena posisi internet kita ada di Wlan1. Jika sudah klik Apply dan klik OK.
  6. Buat DHCP Client
  7. Maka hasilnya akan seperti ini, dan status berubah menjadi Bound.
  8. Status bound
  9. Kembali lagi ke menu Wireless, kalian klik tombol plus untuk buat baru, dan pilih Virtual.
  10. Menu Pilihan
  11. Jika sudah klik virtual biasanya akan langsung masuk ke menu baru kan, kalau tidak salah menu New Interface. Nah caranya sama seperti langkah diatas nomor 6 tadi, masuk ke menu Wireless, ubah Mode yang tadinya Station menjadi AP Bridge. Lalu isikan SSID sesuka kalian, disini saya isi "Mikrotik.id". Nah coba kalian simak baik-baik, ada tambahan kah pada langkah ini? Ya benar disini saya centang tuh bagian Hide SSID, yang fungsinya untuk meng-hidden SSID biar tidak dibobol tuyul gratisan gak modal :(
    Jika sudah klik Apply dan klik OK.
  12. Buat SSID Baru
  13. Sama seperti langkah sebelumnya, masuk lagi ke menu Security Profiles dan klik tombol plus untuk membuat baru. Nah diposisi ini tidak ada perubahan, kalian hanya mengisi password untuk SSID tadi yang kalian buat. Intinya kita akan membuat password untuk SSID saya yaitu (Mikrotik.id).
  14. Buat Password Baru
  15. Dan hasilnya akan seperti ini. Disini kalian ingat betul-betul ya, coba deh kalian lihat dan teliti baik baik, ada nama Default dan profile1 kan disitu. Nah disitu lah nanti akan berpengaruh pada langkah selanjutnya, kalian lihat dan hafalin betul-betul nama tersebut.
  16. Kembali lagi ke menu WiFi Interfaces, lalu klik 2 kali pada Wlan2, rubah mode Security Profile yang tadinya Default menjadi profile1. Kenapa kok profile1? Kan sebelumnya kalian sudah buat tuh password baru di menu Security Profiles kan. Itulah beberapa cara yang agak ribet dan rumit jika kalian membacanya tapi tidak mempraktekkannya langsung. Jika praktek langsung kalian pasti paham apa yang saya maksudkan disini.
  17. Ubah Security Profile
  18. Lanjut, kalian masuk ke menu IP lalu cari Address. Kalian pada tahap ini hanya perlu setting IP Address-nya saja. Isi 2 IP, satu untuk Wlan2, satunya lagi untuk Ether2. Nah, seperti biasa kalian klik tombol plus, lalu isikan IP Addressnya terserah kalian, mau pakai kelas berapa pun bebas. Disini saya mengisi pake kelas C saja deh, biar enak dihafalin. Lalu pilih Interface-nya rubah menjadi Wlan2. Untuk Ether2 caranya juga sama kok.
  19. Buat IP Address
  20. Lanjut gan, kalian masuk ke menu IP lalu cari DHCP Server.
  21. Menu DHCP Server
  22. Jika sudah masuk, kalian klik menu DHCP Setup simak step by stepnya dari saya. Nah kalau kalian baru meng-klik DHCP Setup, maka tampilan awalannya yaitu untuk pilihan DHCP Server Interface akan ada di posisi Wlan1, kalian rubah drop-down dan cari Wlan2. Jika sudah menjadi Wlan2, kalian klik Next.
  23. DHCP Setup 1
  24. Lanjut, maka akan muncul halaman DHCP Address Space. Pada bagian ini kita akan isikan network ID dari IP Address jaringan lokal. Secara default atau otomatis akan terisi menyesuaikan IP Address yang digunakan sebelumnya. Jika sudah klik Next.
  25. DHCP Setup 2
  26. Lanjut, untuk halaman Gateway for DHCP Network isikan IP Address yang nantinya akan menjadi default gateway pada client. Secara otomatis akan terisi IP Address yang digunakan di mikrotik. Jika sudah klik Next.
  27. DHCP Setup 3
  28. Lanjut, untuk tahap Address to Give Out ini nantinya akan mementukan range IP Address yang bisa digunakan oleh para Client nantinya. Secara otomatis akan terisi menyesuaikan dari jumlah host valid dari IP Address yang digunakannya tadi. Jika terlalu banyak hingga mencapai 254, bisa kalian kurangi menyesuaikan diri sendiri. Jika sudah menyetting range IP Address yang akan digunakan, kemudian klik Next.
  29. DHCP Setup 4
  30. Nah untuk 2 tahapan terakhir, yaitu DNS Servers. Untuk DNS Server ini, nantinya akan menjadi DNS yang digunakan oleh client. Untuk tahap ini saya setting menggunakan DNS 8.8.8.8 dan DNS 8.8.4.4, yang didapat secara otomatis, jika sudah setting DNS klik Next.
  31. DHCP Setup 5
  32. Tahap terakhir dari DHCP Setup ini adalah Lease Time. Pada tahapan ini kita akan menentukan berapa lama waktu peminjaman IP Address yang boleh dilakukan oleh setiap client. Secara otomatis akan terisi yaitu 00:10:00, disini sudah saya rubah settingannya jadi maaf gak ke ambil gambarnya, hanya gambar defaultnya saja. Kalian juga bisa menyesuaikan keinginan kalian masing-masing. Jika sudah selesai klik Next.
  33. DHCP Setup 6
  34. Maka akan muncul notifikasi "Setup has completed successfully". Itu menandakan bahwa setting DHCP Server telah berhasil. Dan di table DHCP Servernya juga akan muncul otomatis tentang halaman DHCP Server yang baru saja kita buat.
  35. Hasil DHCP Server
  36. Lanjut gan, kita masuk ke IP lalu cari Firewall. Jika sudah masuk ke halaman firewall, klik NAT. Dan tampilannya akan seperti dibawah ini.
  37. Menu Firewall
  38. Seperti biasa, klik tombol +, lalu kalian masuk ke menu General dan pilih Chain menjadi "Srcnat", lalu kalian cari menu Out Interface drop-down pilih "Wlan1". Kenapa kok Wlan1 lagi? Iya karena posisi ISP atau internet kita berada di Wlan1. Jika kalian menggunakan kabel LAN dan nyambung internetnya ada di Ether1, maka kalian pilih saja "ether1".
  39. New NAT General
  40. Lanjutan dari firewall, kalian klik menu Action. Pada menu Action kalian drop-down dan pilih Masquerade. Jika sudah semua klik Apply lalu klik OK.
  41. New NAT Action
  42. Dan tampilan table dari firewall akan muncul secara otomatis jika kalian sudah membuatnya. Hasilnya akan seperti dibawah ini.
  43. Hasil Firewall
  44. Dan tahap terakhir yaitu tahap pengujian koneksi WiFi pada client. Disini akan saya ujicoba pada ponsel pribadi saya. Dan masih ingat kan tadi saya setting WiFinya di Hidden Network, yang artinya tidak bisa muncul atau discan oleh para tuyul gratisan.
  45. Masuk ke WiFi, coba deh perhatikan baik-baik tidak ada kan SSID "Mikrotik.id", nah itu sebabnya saya setting Hidden Network. Langsung pilih Tambah jaringan untuk membuat jaringan sendiri.
  46. Tambah Jaringan
  47. Nah jika sudah klik tambah jaringan, kita isi jaringan sendiri, dengan settingan Mikrotik yang baru saja kita buat tadi. Kalau kita salah mengisi-nya bisa saja tidak akan tersambung ke jaringan WiFi. Oke langsung saya isikan, berikut adalah contoh gambarnya. Jika sudah yakin pengisian tersebut benar kalian klik Simpan.
  48. Isi SSID dan Password
  49. Taraa.. Tirii.. Turuu.. WiFi Hidden Network yang tadi saya buat sudah terkoneksi dengan benar.
  50. WiFi Konek
  51. Mari kita coba cek langsung koneksi internetnya. Apakah ini sudah ada koneksinya atau belum. Dan kaboomm, hasilnya WiFi sudah bisa terkoneksi ke internet dengan lancar jaya.
  52. Hasil Koneksi

Nah itulah tadi artikel mengenai tutorial cara menembak WiFi lalu menyebarkannya kembali. Disini kalian hanya perlu membutuhkan satu Access Point saja yang bernama Mikrotik. Tanpa ada tambahan Access Point, Router, Switch, Hub, dan lainnya. Akan tetapi jika kalian punya alat tambahan, boleh saja dipakai. Hanya saja nanti settingannya sedikit berbeda dari settingan ini.


Okelah sekian sudah panjang sekali ini artikel, semoga artikel ini bermanfaat, dan selamat beruji coba gan.

LihatTutupKomentar