Pengertian Interferensi dan Analisa pentingnya Channel WiFi

Komunikasi tanpa kabel ataupun nirkabel (wireless) telah menjadi sebuah kebutuhan dasar atau gaya hidup baru masyarakat saat ini. LAN nirkabel yang lebih dikenal dengan jaringan WiFi menjadi teknologi alternatif dan relatif lebih mudah untuk di-implementasikan di lingkungan kerja seperti perkantoran, lab komputer, sekolah, cafe, dan sebagainya. Instalasi perangkat jaringan WiFi lebih fleksibel karena tidak membutuhkan penghubung kabel antar komputer. Tak seperti halnya Ethernet LAN (Local Area Network) atau jaringan konvensional yang menggunakan jenis kabel koaksial dan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) sebagai media transfer.


Pada jaringan Wireless bisa menimbulkan sebuah interferensi yang merupakan pengganggu terberat di dalam dunia WiFi. Interferensi adalah sesama sinyal gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi, interval, dan area yang sama akibatnya device client akan mengalami error saat menerjemahkan kode informasi yang sama interferensi bisa menurunkan kinerja Access Point dalam memancarkan dan menerima sinyal, access point akan kehilangan daya, dan lain-lain.


Interferensi juga dapat terjadi pada sinyal bluetooth, telepon tanpa kabel, microwave, bahkan alam pun juga bisa menimbulkan interferensi seperti hujan lebat, pepohonan yang rimbun, dan matahari (dalam skala yang kecil). Jika terjadi interferensi, maka dapat dipastikan penurunan Quality of Service pada kinerja access point.


Halaman Utama

Sumber Foto: Wikipedia


Jadi kepadatan sinyal itulah yang menyebabkan adanya interferensi. Lalu apa dong efeknya? Efeknya adanya interferensi adalah sinyal yang diterima tidak sesuai, dan juga trafik data yang dilewatinya pun sama-sama tidak sesuai.


Salah satu cara untuk mencegah dan mengatasi terjadinya interferensi pada jaringan wireless WiFi adalah mengatur channel yang akan dipakai pada Access Point. Penggunaan sistem channel pada WiFi meerupakan cara untuk menentukan pada frekuensi berapa sinyal gelombang elektromaknetik bekerja. Jadi dibalik sebuah channel yang dipakai pada jaringan wireless LAN maka terdapat arti atau makna pada frekuensi berapa gelombang radio tersebut beroperasi.


Pemilihan dan penentuan ada channel berapa pada sebuah WiFi mesti beroperasi sangatlah penting. Berikut adalah berapa alasan dan penjelasan tentang peran dan pentingnya channel dalam menentukkan performa dari sebuah jaringan WiFi.

  1. Pemilihan dan pengaturan channel yang tepat
  2. Mungkin sebagian dari kita melupakan settingan ini kan, padahal fungsinya paling penting. Alasan ini bukan sekedar karangan belaka dari orang-orang, melainkan WiFi 2.4Ghz memiliki channel yang beroperasi pada frekuensi terendah pada 2.402 MHz atau 2.402Ghz. Selanjutnya untuk frekuensi dari channel diatasnya lebih tinggi lagi dengan selisih tiap channelnya itu adalah 5MHz.


    Berdasarkan teori rumusan panjang gelombang bahwa semakin kecil sebuah frekuensi dalam sebuah gelombang maka akan semakin bessar panjang gelombangnya dan semakin besar panjang gelombang maka akan semakin jauh jangkauannya.


    Jadi jika kalian ingin memaksimalkan sebuah jangkauan sinyal WiFi, maka gunakan channel yang paling rendah ataupun frekuensi yang paling kecil.

  3. Mencegah Interferensi
  4. Pengertian interferensi sudah saya jelaskan diatas, bahwa interferensi adalah gangguan sinyal. Interferensi terjadi karena adanya bentrok ataupun pemakaian frekuensi sama oleh dua atau lebih dalam perangkat WiFi pada arah atau jalur yang berdekatann. Untuk mencegahnya interferensi ini maka antara setiap Access Point harus berbeda frekuensi. Usahakan tidak menggunakan frekuensi yang sama. Jika kalian lupa settingan sebelumnya bisa dicatat ataupun difoto agar tidak bentrok.

  5. Frekuensi Rendah Rawan Terhadap Interferensi
  6. Biasanya banyak orang yang menyetting channel Access Point pada channel 1 atau channel terendah dengan tujuan untuk menambah daya jangkau. Namun justru itu membuat WiFi atau jaringan tersebut rentan terhadap interferensi.


    Disini saya sarankan untuk mengatur channel WiFi kita pada frekuensi sesuai dengan kebutuhan kita sendiri, misalanya daya jangkauannya yang diperlukan tidak terlalu jauh maka aturlah channel pada frekuensi tinggi ataupun sedang. Jarang emang orang yang memakai channel 11. Tapi buat para teknisi jaringan rt/rw net pasti tau dongšŸ˜€


    Cobalah untuk sekali-kali untuk mengatur channel access point pada channel 11 dan lihatlah kualitas sinyalnya, apakah semakin baik atau malah semakin buruk.

  7. Frekuensi Tinggi Pada Channel Atas
  8. Bagi saya emang kualitas sinyal itu adalah segalanya. Tapi percuma jika jangkauannya jauh tapi kualitas rendah. Jika ingin kualitas sinyal yang bagus, yang bebas interferensi maka pilihlah channel yang besar atau frekuensi yang tinggi.

Saluran WLAN (jaringan area lokal nirkabel) sering diakses menggunakan protokol IEEE 802.11, dan peralatan yang melakukannya kebanyakan dijual di bawah merek dagang WiFi.


Standar 802.11 menyediakan beberapa rentang frekuensi radio yang berbeda untuk digunakan dalam komunikasi WiFi, antara lain: 900 MHz, 2.4 GHz, 3.6 GHz, 4.9 GHz, 5 GHz, 5.9 GHz, dan 60 GHz.


Negara juga telah menerapkan peraturan mereka sendiri ke saluran yang diizinkan, pengguna yang diizinkan, dan tingkat daya maksimum dalam rentang frekuensi ini. Berikut adalah rangkumannya.


900 MHz (802.11ah)

802.11ah beroperasi di bands tanpa izin sub-gigahertz. Setiap wilayah dunia mendukung sub-bands yang berbeda, dan nomor saluran bergantung pada frekuensi awal sub-band yang dimilikinya.

Sub-band berikut telah ditentukan dalam spesifikasi 802.11ah dari berbagai Negara.

Region Sub Band
(MHz)
Bandwidth
(MHz)
Australia 915-920 1, 2, 4
920-928 1, 2, 4, 8
China 755-779 1
779-787 1, 2, 4, 8
Europe 863-868 1, 2
Japan 916.5–927.5 1
Korea 917.5–923.5 1, 2, 4
New
Zealand
915–924 1, 2, 4, 8
924-928 1, 2, 4
Singapura 866-869 1, 2
920-925 1, 2, 4
United
States
902–904 1, 2
904–920 1, 2, 4, 8, 16
920-928 1, 2, 4, 8

2.4GHz (802.11 b/g/n/ax)

Empat belas channel ditentukan dalam rentang 2,4 GHz, berjarak 5 MHz terpisah satu sama lain kecuali untuk ruang 12 MHz sebelum Channel

Channel F 0 (MHz) Frequency
Range
(MHz)
North
America
Jepang Most of
World
0 1 2412 2401-2423 Yes Yes Yes
0 2 2417 2406-2428 Yes Yes Yes
0 3 2422 2411-2433 Yes Yes Yes
0 4 2427 2416-2438 Yes Yes Yes
0 5 2432 2421-2443 Yes Yes Yes
0 6 2437 2426-2448 Yes Yes Yes
0 7 2442 2431-2453 Yes Yes Yes
0 8 2447 2436-2458 Yes Yes Yes
0 9 2452 2441-2463 Yes Yes Yes
10 2457 2446-2468 Yes Yes Yes
11 2462 2451-2473 Yes Yes Yes
12 2467 2456-2478 No B except CAn Yes Yes
13 2472 2461-2483 No B Yes Yes
14 2484 2473-2495 No 11b only C Yes

3.65GHz (802.11y)

Kecuali jika disebutkan, semua informasi diambil dari Annex J of IEEE 802.11y-2008. Informasi lebih lengkap bisa kunjungi Disini.


5.0 GHz (802.11j)

Di Jepang, spektrum 100 MHz dari 4900 MHz hingga 5000 MHz dapat digunakan baik untuk koneksi indoor ataupum outdoor mulai tahun 2002 [perlu registrasi]. Awalnya, spektrum yang lain seperti 5030–5091 MHz juga tersedia untuk digunakan. Namun, itu telah digunakan ulang dan tidak dapat digunakan setelah tahun 2017.


Spektrum 50 MHz dari 4940 MHz hingga 4990 MHz (WLAN channel 20–26) digunakan oleh entitas keselamatan publik di Amerika Serikat. Di dalam ruang spektrum ini, ada dua channel non-overlapping yang dialokasikan, keduanya dengan lebar 20 MHz. Channel yang paling sering digunakan itu adalah 22 dan 26.


Perhatian Untuk peraturan hukum yang ada di Indonesia tentang penggunaan Spektrum frekuesi radio berdasarkan izin kelas bisa dicek ataupun dibaca Disini.


Mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih sudah berkunjung di Celcios.


Referensi artikel diatas adalah rangkuman dari beberapa sumber dibawah ini.

Sumber Artikel: List of WLAN channels | Q and A Portal
LihatTutupKomentar