Konfigurasi DNS Server Debian 8 Lengkap di VirtualBox

Kali ini saya akan melanjutkan tutorial tentang Debian Server. Pada pertemuan sebelumnya saya sudah membahas tentang Cara Install Debian 8. Dan pada pertemuan kali ini kita akan konfigurasi DNS Server (Domain Name System). DNS merupakan salah satu server yang sangat populer karena sangat bermanfaat bagi para pengguna. Namun sebelum itu, mari kita berkenalan terlebih dahulu tentang DNS.


Sejarah Singkat DNS

Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi baru nama computer dan IP addressnya. Di internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap lokasi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayagkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer saja di jaringan, maka kita harus meng-copy versi terbaru file ke setiap lokasi.


Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, dan akhirnya dibuatlah sebuah solusi dimana DNS di design untuk menggantikan fungsi HOSTS files dengan kelebihan Unlimited Database Size, dan performace yang lebih baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah Domain Name ke IP Address. Sebagai contohnya, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, semisal facebook.com maka akan dipetakan ke sebuah IP missal 202.68.0.123. Jadi DNS dapat kita analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama, untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di ponsel. Sama persis dengan host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke dalam IP Address.


Domain Name System (DNS) adalah sebuah aplikasi service di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan salah satu jenis sistem yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet seperti Web Browser atau E-Mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau internet.

Struktur DNS

Domain NameSpace merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya: Root - Level Domains atau Domain yang ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level.


Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).


Struktur DNS

Cara Kerja DNS

DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian diatas adalah Top Level Domain (TLD) seperti .com, .id, .net, .org, .sch.id, .edu, .mil, dsb. Seperti pohon DNS mempunyai cabang-cabang yang dicari dari pangkal sampai ke ujung. Pada waktu kita mencari alamat misalnya linux.or.id pertama-tama DNS akan bertanya pada TLD server tentang DNS Server yang melayani domain .id misalnya dijawab ns1.id, setelah itu dia bertanya pada ns1.id tentang DNS Server yang bertanggung jawab atas .or.id misalnya ns.or.id kemudian dia bertanya pada ns.or.id tentang linux.or.id dan dijawab 64.29.23.255.

Cara Kerja DNS

Sedangkan untuk mengubah IP menjadi nama host melibatkan domain in-addr.arpa. Seperti domain lainnya domain in-addr.arpa pun bercabang-cabang. Yang penting dan perlu diingat adalah alamat Ip-nya di tulis dalam urutan terbalik di bawah in- addr.arpa. Misalnya untuk alamat IP Address 64.29.23.255 prosesnya seperti contoh diatas yaitu linux.or.id: cari server untuk arpa, cari server untuk in-addr.arpa, kemudian cari server untuk 64.in-addr.arpa, cari juga server untuk 29.64.in-addr.arpa, cari server untuk 23.29.64.in-addr.arpa. Dan yang terakhir cari informasi untuk 255.23.29.64.in-addr.arpa. Pembalikan urutan angkanya memang bisa membuat kita membingungkan ya.


Oke mungkin itu saja pengenalan singkat tentang DNS. Langkah selanjutnya kita mulai saja praktek ya gaes, biar paham.
Cekibrot..

Bahan dan Alat

Jika kalian belum punya VirtualBox dan Iso Debian 8, tenang saja saya sediakan link downloadnya kok gaes. Jika kalian bingung bagaimana sih cara install Debian 8, kalian juga bisa baca disini.

Halaman Unduhan: VirtualBox | Iso Debian
  • PC atau Laptop
  • Installer OS Debian OpenSource (DVD Installer / ISO Image File)
  • Aplikasi VirtualBox

Proses Konfigurasi

Oke langsung terjun ke proses konfigurasinya ya gaes, dan jangan lupa sekalian praktekkan, biar tidak lupa.

  1. Login terlebih dahulu, kita login sebagai super user. Masukkan user dan password yaitu root.
  2. Login VirtualBox
  3. Masuk ke konfigurasi IP Address. Dengan perintah nano /etc/network/interfaces. Jika baru pertama kali konfigurasi maka tampilan utamanya adalah seperti dibawah.
  4. Setting IP Address
  5. Ubah bagian “allow-hotplug” menjadi “auto”. Karena disini saya konfigurasi 2 network atau jaringan, jaringan pertama adalah Bridge Adapter, dan jaringan yang kedua adalah host-only adapter. Maka konfigurasi atau setingan bagian IP Address saya buat seperti berikut. Jika sudah mengisi IP Address, kemudian simpan dengan menekan tombol keyboard CTRL + O, lalu exit dengan tekan tombol CTRL + X.
  6. Setting IP Address
  7. Cek IP Address yang tadi saya buat, untukk mengeceknya dengan perintah ifconfig, maka akan muncul sperti ini.
  8. Cek Ifconfig
  9. Selanjutnya adalah konfigurasi bind9 DNS Server. Install paket bind9 terlebih dahulu dengan perintah apt-get install bind9. Jika muncul perintah Do you want to continue? Tinggal ketikan Y. Tunggu hingga proses instalasi selesai.
  10. Install Bind9
  11. Masuk ke dalam direktori bind. Dengan perintah konfigurasi cd /etc/bind.
  12. Masuk ke Direktori Bind9
  13. Membuat zone master dan zone reverse domain. Masuk dengan konfigurasi nano named.conf.default-zones. Isi pada bagian bawah seperti berikut. Atau bisa copas di atas yang bagian zone “localhost” sama zone “127.in-addr.arpa”, dengan cara tekan tombol keyboard Ctrl + 6 untuk blok, Alt + 6 untuk copy, Ctrl + U untuk paste.
  14. Halaman utama named.conf.default-zones
  15. Ganti localhost tadi dengan nama domain terserah kita, disini saya mengisi abpj.com dan untuk db.local ganti menjadi db.abpj. Sama pada bagian 127.in-addr.arpa diganti menjadi 3 digit angka pertama pada IP kita (192.168.19.30) tapi kita balik sehingga jadi 19.168.192 dan ubah pada db.127 menjadi db.30. Jika sudah mengisi name zone, kemudian simpan dengan menekan tombol keyboard CTRL + O, lalu exit dengan tekan tombol CTRL + X.
  16. Edit File named.conf.default-zones
  17. Salin file db.local dengan nama db.abpj (namanya sesuai yang ada di dalam zone kalian ya), dengan konfig perintah cp db.local db.abpj.
  18. Salin db.local ke db.abpj
  19. Sama halnya untuk db.127 menjadi db.30 dengan konfig perintah cp db.127 db.30.
  20. Salin db.127 ke db.30
  21. Selanjutnya lakukan konfig dan edit pada file db.abpj degan cara nano db.abpj. Ganti semua tulisan localhost menjadi nama domain kita, contohnya abpj.com. Untuk lebih mudah dan cepat tekan keyboard Ctrl + W + R lalu ketikkan localhost, kemudian replace dengan abpj.com. Ganti @ paling bawah menjadi www, hapus huruf AAAA dan ganti menjadi huruf A saja, hapus angka disamping huruf A dan ganti dengan IP Debian Server kita (192.168.19.30). Jika sudah selesai mengedit, kemudian simpan dengan menekan tombol keyboard CTRL + O, lalu exit dengan tekan tombol CTRL + X.
  22. Edit File db.abpj
  23. Setelah itu, lakukan juga konfig untuk db.30. dengan perintah nano db.30. Ganti semua tulisan localhost menjadi nama domain kita, contohnya abpj.com. Ganti angka 1.0.0 dengan digit ke 4 pada IP kita yang berarti 30. Jika sudah selesai mengedit, kemudian simpan dengan menekan tombol keyboard CTRL + O, lalu exit dengan tekan tombol CTRL + X.
  24. Edit file db.30
  25. Cek hasil konfigurasi kita di resolv, dengan perintah nano /etc/resolv.conf. Jika tidak muncul, bisa kita ketik manual. Jika sudah selesai mengedit, kemudian simpan dengan menekan tombol keyboard CTRL + O, lalu exit dengan tekan tombol CTRL + X.
  26. Cek Resolv
  27. Setelah melakukan semua konfigurasi bind, selanjutnya tinggal kita restart saja bind9 kita, dengan perintah /etc/init.d/bind9 restart.
  28. Restart Bind9
  29. Untuk pengujian konfigurasi domain dan IP kita, bisa kita cek menggunakan nslookup. Perintahnya adalahh nslookup abpj.com (nama domain kalian tadi)
  30. Cek nslookup Domain
  31. Sama halnya untuk pengujian IP Address, bisa kita cek menggunakan nslookup. Perintahnya adalah nslookup 192.168.19.30 (IP konfigurasi kalian tadi)
  32. Cek nslookup IP Address
  33. Install paket apache2 terlebih dahulu. Dengan konfig perintah apt-get install apache2. Tunggu hingga proses instalasi selesai.
  34. Install Apache2
  35. Lalu kita restart apache kita, dengan perintah /etc/init.d/apache2 restart.
  36. Restart Apache2
  37. Lalu kita restart network kita, dengan perintah /etc/init.d/networking restart.
  38. Restart Network
  39. Masukkan IP pada laptop kita, tepatnya pada untuk jaringan host-only adapter. Isikan sesuai IP server Debian tapi di digit ke 4 harus dibedakan, biar tidak terjadi bentrok antara server maupun client. Disini saya isi IP 192.168.19.31. Untuk Default gateway dan Preferrend DNS Server kita isi IP server kita yaitu 192.168.19.30.
  40. Setting IP Local Laptop
  41. Kita cek di browser, apakah domain dan IP server kita berhasil terkonfigurasi atau tidak. Ketikkan domain kita tadi yaitu abpj.com.
  42. Cek Apache
  43. Sama untuk IP Server kita, ketikkan saja IP kita tadi yaotu 192.168.19.30.
  44. Cek Apache
  45. Jika semua sudah muncul di browser, maka itu tandanya konfigurasi DNS kita sudah sukses dan berhasil.

Nah bagaimana gaes, masih gampang kan konfigurasinya. Atau masih bingung dengan penjelasan in-addr.arpa karena prosesnya dibalik - balik. Jika masih bingung coba di pahami lagi ya materinya, biar makin mudengšŸ˜„


Oh iya, sekali lagi saya ingatkan buat para pencuri konten artikel, ini saya buat artikel dengan penjelasan gambar building dari 0 sampai berhasil hingga lembur 1 hari untuk menyelesaikan server-nya jalan. Dan saya juga susah payah membuat praktik langsung hingga mengetikkan menjadi artikel sukses dengan penjelasan se-detail ini membutuhkan proses 3 hari 3 malam demi para pembaca bisa paham dengan step by stepnya. Jadi tolong bantuannya untuk para pencuri konten artikel diluar sana harap dipahamišŸ™


Silahkan kalian boleh copas, tapi harap cantumkan sumber dari kami yaitu Celcios.com.

LihatTutupKomentar